Kamis, 21 April 2016

Rambutan - Deba Deri Group



Rambutan



Rambutan (Nephelium lappaceum)
Klasifikasi ilmiah
Regnum : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Familia : Sapindaceae
Genus : Nephelium
Spesies : Nephelium lappaceum

Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut. Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia , Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka.

Organ pada rambutan

Ø Akar 

Struktur Morfologi
1. Batang akar
2. Rambut akar, untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral
3. Ujung akar, sebagai daerah meristematik yang sel-selnya selalu aktif membelah
4. Kaliptra / Tudung akar, sebagai pelindung dari ujung akar dari kerusakan mekanis ketika menembus tanah

Struktur Anatomi
Dari lapisan luar ke dalam
1. Jaringan Epidermis, terdiri dari sel selapis, tipis, rapat, dan mudah dilalui air
2. Jaringan Korteks, terdiri dari sel beberapa lapis, berdinding tipis, berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan
3. Jaringan Endodermis, terdiri dari sel selapis, tebal, sulit dilalui air (selektif)
4. Stele, terdiri dari xylem dan floem

Fungsi akar :
1. menyerap air dan garam-garam mineral
2. memperkokoh tegaknya tanaman
3. alat respirasi
4. penyimpan cadangan makanan
5. alat perkembangbiakan vegetatif 

Ø Pohon Rambutan

Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan bersemi (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.
Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm

Struktur Morfologi
1. Batang berkayu
2. umumnya batang keras
3. terdapat jaringan kayu
4. berwarna coklat
5. terdapat lentisel
6. ukuran besar
7. umurnya relatif panjang.

Struktur Anatomi
Dari lapisan luar ke dalam
1. Jaringan Epidermis, terdiri dari selapis sel, dinding sel menebal, dilindungi oleh kutikula
2. Jaringan Korteks, terdiri dari beberapa lapis sel, berongga-rongga, bervakuola besar, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan
3. Stele, terdiri dari xylem dan floem. Letak jaringan pengangkut (xylem dan floem) pada tumbuhan dikotil lebih teratur daripada tumbuhan monokotil

Fungsi batang:
1. sebagai organ perlintasan air dan makanan. Xylem sebagai jaringan yang mengangkut air dan garam mineral, sedangkan Floem sebagai jaringan yang mengangkut hasil fotosintesis (makanan)
2. sebagai organ pembentuk dan penyangga tubuh tumbuhan
3. sebagai alat perkembangbiakan vegetatif 
Ø Daun

Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering.

Struktur Morfologi
1. Daun majemuk menyirip dengan 5 hingga 9 anak daun
2. Berbentuk bulat telur
3. Helaian anak daun bulat lonjong
4. Panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm
5. Ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering 
Struktur Anatomi
Dari lapisan atas ke bawah
1. Jaringan Epidermis atas, terdiri dari sel selapis yang dilindungi oleh kutikula
2. Jaringan Palisade, sel berbentuk seperti tiang, terdapat banyak kloroplas
3. Jaringan Spons, sel berlapis-lapis, terdapat rongga udara, terdapat sedikit kloroplas, terdapat jaringan pengangkut (xylem dan floem)
4. Jaringan Epidermis bawah, terdiri dari sel selapis, terdapat stomata yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara 

  Ø Fungsi Daun 


1. sebagai tempat fotosintesis
2. sebagai tempat respirasi
3. sebagai tempat transpirasi
4. sebagai alat perkembangbiakan vegetatif 

Pembungahan Rambutan - Deba Deri Group



Pembungahan Rambutan


Ø Pembungaan dan bunga
 
Tumbuhan rambutan ini menghasilkan bunga setelah 7 tahun jika ditanam dari biji, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Rambutan biasanya berumah dua, tetapi bersifat androdioecious, ada tumbuhan jantan dan tumbuhan banci. Tumbuhan jantan tidak pernah bisa menghasilkan buah.
Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda.

Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatera bagian utara, yang tidak mengenal musim kemarau rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah masa kering 3 bulan (di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November).

Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (putik). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.

Bagian-bagian bunga adalah :
1. Calix (kelopak), berfungsi untuk melindungi bunga ketika masih kuncup
2. Corolla (mahkota), berfungsi sebagai hiasan bunga untuk menarik serangga
3. Stamen (benangsari), terdiri dari filamen (tangkai sari), antera (kepala sari), pollen (serbuk sari)
4. Pistillum (putik), terdiri dari stigma (kepala putik), stillus (tangkai putik), ovarium (bakal buah), ovullum (bakal biji) 
Ø Buah rambutan

Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok).

Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari.

Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Maret hingga Mei, dikenal sebagai "musim rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga.

Biji
terdiri dari :
1. Spermodermis (kulit biji)
2. Funiculus (tali pusat)
3. Nucleus seminis (inti biji)

Perbaikan varietas yang dilakukan di Indonesia dan sejumlah negara lain hingga saat ini dilakukan oleh lembaga penelitian milik pemerintah. Di Indonesia, Balai Penelitian Buah Solok yang melakukan tugas ini. Pola perbaikan yang diterapkan hingga saat ini adalah seleksi dari plasma nutfah yang tumbuh di berbagai pusat keanekaragaman di Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, serta Jawa. Lembaga di Malaysia yang melakukan perbaikan kultivar adalah MARDI.
Varietas unggul rambutan yang sudah dilepas Departemen Pertanian Republik Indonesia hingga 2005 adalah
1. 'Rapiah' dari Pasarminggu,
2. 'Bahrang' dari Langkat,
3. 'Lebakbulus' dari Pasarminggu,
4. 'Sibatuk Ganal' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
5. 'Nona' dari Kampar, Riau,
6. 'Binjai' dari Pasarminggu
7. 'Antalagi' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan,
8. 'Sibongkok' dari Sungai Luhut, Kalimantan Selatan,
9. 'Garuda' dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan
10.'Tangkue Lebak' dari Kecamatan Maja, Kalimantan Selatan,
11.'Narmada' dari NTB,
12.'Kundur' dari Riau


Selain itu, dikenal pula beberapa ras lokal yang juga dikenal baik untuk keperluan terntentu, seperti 'Sinyonya' dan 'Sitangkue' yang dianjurkan untuk digunakan sebagai batang bawah dalam okulasi.

Rambutan Cipelat - Deba Deri Group



Rambutan Cipelat

Rambutan Cipelat atau yang juga dikenal dengan rambutan Rapiah adalah salah satu jenis buah rambutan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

          Kebetulan di rumah kakek mertua saya di citayam bogor memiliki bayak tanaman buah rambutan Rapiah atau Rambutan Cipelat ini. Setiap musim buah rambutan, saya pasti ikut kebagian mencicipi buat rambutan yang rasanya sangat manis ini.

          Ciri-ciri yang umum dari buah rambutan Rapiah atau Rambutan Cipelat atau sering juga disebut dengan rambutan gundul ini selain rasanya yang manis , juga dikenal karena "ngelotok" atau daging buahnya bisa sampai ngelupas ke biji nya,jadi kita akan mudahnya bisa makan tanpa ngemut terlalu capek.Buah ini sudah enak untuk dimakan meskipun kulit nya masih hijau ,dan lagi kita tidak perlu takut sariawan karena misalnya terlalu banyak makan buah rambutan rapiah ini. Rambutan Cipelat rambut nya bisa dibilang botak atau gundul karena saking pendeknya, buah ini juga punya ciri khusus yakni ada garis tengahnya.         

          Di pasaran ternyata rambutan Rapiah atau Rambutan Cipelat ini harga per butirnya mahal juga ya, kata beberapa orang bahkan ada yg bisa mencapai Rp 500 rupiah per butirnya..WOW...!!! harga memang sebanding dengan Kualitas barang..!!

          Wah...ber arti kakek mertuaku setiap panen rambutan cipelat bisa panen uang lima ratusan yang banyak nihhhh....minta persenan ahhhhh...


Klasifikasi dan Morfologi Rambutan - Deba Deri Group

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Rambutan


Rambutan merupakan tanaman tropis dengan temperatur rata-rata 25 derajat celcius. Pada puncak masa pertumbuhan, pohon rambutan dapat mencapai ketinggian maksimal 25 meter. Batang berbentuk bulat tidak beratur dan berwarna kecoklatan.
Pengklafisian tanaman rambutan sangat penting mengingat banyaknya variasi tanaman rambutan sekarang ini. Juga dalam kaitannya perawatan atau pencegahan terhadap penyakit yang akan terjadi.

Klasifikasi tanaman rambutan


Menurut data hasil penelitian, pada saat ini terdapat 22 jenis rambutan. Variasi ada yang berdasar pada permutasi genetika secara alami maupun ada yang berdasar pada rekayasa genetika.
·         Regnum : Plantae
·         Divisio : Magnoliophyta
·         Kelas : Magnoliopsida
·         Ordo : Sapindales
·         Familia : Sapindaceae
·         Genus : Nephelium
·         Spesies : Nephelium lappaceum

Seperti yang sudah kita tahu, rambutan mempunyai banyak jenis. Perbedaan yang paling mencolok pada jenis rambutan bisa dilihat dari karakteristik buahnya, seperti daging buah, kandungan air, warna dan model rambut.
Dari banyaknya jenis tanaman rambutan, ada beberapa tanaman yang menjadi primadona dan dibudidayakan. Beberapa jenis tanaman rambutan adalah:
·         Rambutan Rapiah

Jenis rambutan ini tidak menghasilkan terlalu banyak buah, namun rambutan ini sangat berkualitas.
Ciri-ciri buahnya mempunyai kulit berwarna kuning kemerahan, rambut tidak terlalu lebat, kandungan air tidak terlalu banyak dan daging buahnya sangat tebal.
Keunggulan dari buahnya adalah ketahanan buahnya sampai dengan enam hari setelah dipetik.
·         Rambutan Aceh Lebak bulus

Pohon tanaman ini sangat tinggi dan rata-rata dalam satu pohon dapat menghasilkan hingga sekitar 170 ikat buah.
Kulit buahnya didominasi warna kuning kemerahan dan kandungan air yang cukup tinggi pada daging buahnya, juga daging buahnya bisa mengelupas dari bijinya. Kekuatan daya tahan buahnya sampai empat hari setelah dipetik.
·         Rambutan Cimacan

Tanaman rambutan jenis ini buahnya tidak terlalu banyak, dalam satu pohon bisa menghasilkan sekitar 90 ikat buah.
Kulit buah didominasi warna kuning, rambut kasar dan jarang dan kadar air yang  tidak banyak. Kelemahan dari tanaman jenis ni adalah daya tahan buahnya yang kurang baik.
·         Rambutan Binjai

Merupakan salah satu rambutan yang paling digemari di Indonesia. Buahnya cukup besar, warna didominasi merah darah, rambut jarang, terdapat rasa asam sedikit pada buahnya.
Dalam satu pohon rambutan binjai, buah yang dihasilkan tidak terlalu banyak, namun dagingnya bisa ngelotok dari bijinya.
·         Rambutan Sinyonya

Jenis rambutan sinyonya buahnya sangat lebat. Selain itu, jenisrambutan ini juga sangat cocok diokulasi karena pohonnya sangat kuat.
Warna buah didominasi merah tua, rambutnya lebat dan halus. Terdapat rasa asam, dagingnya mengandung banyak air tapi lembek.

Morfologi tanaman rambutan

Buah rambutan satu tidak sama dengan buah rambutan lainnya. Morfologi ini dimaksutkan untuk menjelaskan perbedaan rambutan satu dengan jenis lainnya.
·         Akar
Akar tanaman rambutan berwarna coklat, mempunyai serabut akar yang berfungsi menyerap air dan mineral. Terdapat tudung akar yang berguna melindungi akar dari kerusakan saat menembus tanah.
·         Kayu
Kulit pada batang kayu berwarna coklat dan keras. Umumnya berukuran besar dan berumur panjang.
·         Daun
Daun rambutan berbentuk majemuk dengan berselang-seling. Daun berbentuk lonjing dengan panjang 7-20 cm dan lebar 3-8 cm.
·         Bunga
Bunga pada tanaman rambutan berdiameter 5 mm, dan dalam satu pohon berisi sepasang bunga jantan dan bunga betina. Juga terdapat kelopak bunga yang berfungsi melindungi bunga.
·         Buah
Buah rambutan berbentuk bulat dengan sedikit lonjong sekitar 4-5 cm. buah berwarna hijau ketika muda dan memerah ketika sudah tua
·         Daging buah
Daging buah berwarna putih mempunyai ketebalan sekitar 1 cm. Daging mempunyai rasa manis dan kadang terdapat rasa asam.
·         Biji buah
Biji buah diselimuti lapisan buah yang disebut daging buah. Pada beberapa jenis rambutan, biji juga diselimui semacam kayu tipis.


Rambutan Tanpa Rambut Aspal - Deba Deri Group



RAMBUTAN TANPA RAMBUT ASPAL

Januari - Februari akrab dengan musim rambutan. Banyak penjual rambutan yang menjajakannya di pinggir jalan. Rambutan berbagai jenis dari mulai yang asam sampai manis bisa kita dapatkan dengan harga yang bervariasi dan tentu saja dipengaruhi keterampilan kita dalam hal tawar menawar harga, hehehehe. Saya sendiri tidak pernah sengaja membeli rambutan, bukan karena tidak suka. Tapi lebih karena malas tawar menawar dengan penjual. Saya tahu benar harga buah rambutan. Karena dirumah mertua saya banyak pohon rambutan. Kalo sedang musim paling mahal dari yang punya, rambutan hanya dihargai 1000-2000 per kg. Sah sah saja penjual mengambil untung, tapi menurut saya kadang penjual keterlaluan ngambil untungnya (bisa 20 rb/kg).

kiri: rambutan gundul asli, kanan: rambutan gundul palsu. rambutan gundul palsu yang saya beli lebih rapi dari gambar sebelah kiri (sangat mirip dengan asli). Hanya saja lupa tidak saya abadikan dengan kamera HP.



Hari Kamis minggu lalu saya ikut ke Auto 2000 daerah Pamanukan Subang Jawa Barat untuk service mobil berkala. Pulang dari Auto 2000, ketika lewat di perlintasan kereta Api daerah Pagaden saya tergoda melihat rambutan yang dijajakan dipinggir jalan. Ada sekitar 8 pedagang disisi Kanan dan Kiri jalan. Rambutan yang dijajakan bukan rambutan biasa tapi rambutan tanpa rambut (rambutan gundul), dari kejauhan mirip buah ceri namun ukurannya lebih besar dan sedikit panjang. Spontan saya suruh suami untuk meminggirkan kendaraan, ketika belum sempat menghampiri penjual, saya sudah dihampiri terlebih dahulu. Basa basi donk tanya ke penjual, "harganya saberaha mang?", "tilu puluh bu" . Saya kaget, wow harganya mahal banget, bagaimana tidak mahal 30 rb itu terdiri dari 3 ikat rambutan, tiap ikat isi nya sekitar 10 buah. Dalam hati saya, mungkin karena ini rambutan tanpa rambut makanya lebih mahal. Baiklah akan saya tawar. Dengan bahasa campur-campur karena tidak lancar berbahasa Sunda saya tawar 10 ribu rupiah. Kata si penjual 20 saja, saya masih menolak. Akhirnya karena penasaran, saya bilang lagi ke pak penjualnya kalau saya hanya penasaran dan ingin membeli sedikit, bagaimana jika saya beli satu ikat kecil dengan harga 10 rb rupiah dan akhirnya diijinkan oleh si bapak penjual. Sambil mengeluarkan uang 10 ribuan, saya pastikan kembali dan bertanya ke pak penjual. Rambutan ini asli tidak berambut, dan penjualnya bilang "ASLI" meyakinkan. Oke baiklah, menebus rasa penasaran. Diatas mobil saya perhatikan rambutan itu dengan seksama, sepersekian menit saya tersadar kalau saya sudah ditipu penjual. Rambutan tanpa rambut yang saya beli ternyata palsu, suami sayapun ikut meyakinkan kalau rambutan itu memang palsu (tidak sempat saya abadikan dengan kamera hp). Karena sudah dibeli saya buka dan saya makan saja, rasanya sedikit asam tapi kalis seperti rambutan aceh. Aaa...h saya kesal sekali kena tipu, untung hanya 10 rb. Bagaimana bisa mereka melakukan penipuan serapi ini dan entah sudah berapa banyak yang tertipu seperti saya. Kalau diperhatikan dengan seksama barulah kita tahu kalau ini rambutan gundul asli tapi palsu a.k.a ASPAL. Benar benar rapi satu rambutpun tak ada. Membuat saya berpikir keras bagaimana cara mereka melakukan dan bisa menyamarkannya (lebayyyyy), setelah mengamati beberapa kali barulah jelas terpikir cara yang mereka lakukan, terlebih lagi ketika mencium bau tangan setelah mengupas rambutan gundul aspal yang berbau sisa bakaran, mirip daun pisang yang bakar. Oh jadi seperti itu...... mereka melakukan penipuan ini dengan menggunting bulu rambutan terlebih dahulu lalu difinishing dengan cara dibakar untuk menghilangkan sisa rambut yang tidak tergunting dan menyamarkan sisa guntingan agar terlihat rata. Jaman sekarang ada saja orang yang ingin untung besar, dengan jalan penipuan seperti ini. Hati-hatilah kalau lewat di perlintasan kereta api Pagaden jangan sampai tergoda melihat rambutan gundul aspal seperti saya.


Rabu, 20 April 2016

Sekilas Tentang Rambutan Rapiah - Deba Deri Group



Buahnya ada yang aci

     Buah itu memang disukai karena rasa manisnya yang gurih, disertai aroma lembut yang menyenangkan. Kultivar yang secara tradisional disukai masyarakat ialah rambutan rapiah, hasil pemuliaan di Pasar Minggu, Jakarta. Warna kulit buahnya kuning, dan sesudah masak pun warna itu masih lama kuningnya, tidak cepat berubah merah.

     Nama rapiah (resminya rafiah) agaknya dicomot begitu saja dari penduduk Betawi asli. Tak ada riwayat dalam sejarah asal-usul rambutan rapiah.

     Banyak orang yang fanatik mengatakan, kalau tidak bisa beli rapiah, mending tidak usah beli rambutan sama sekali. Padahal buahnya hanya sebesar gundu bulat (cuma 3 cm panjangnya). Lebih kecil daripada rata-rata rambutan lain yang bisa sampai 5 cm panjangnya. Bobotnya juga cuma 1 g tiap butirnya. Tetapi manisnya bersih, tanpa rasa asam sedikit pun. Bahkan yang masih muda dan kulitnya masih hijau pun sudah manis.

     Lagi pula daging buah itu ngelotok (mudah lepas dari bijinya). Encik dari Malaysia bilang rambutan lekang. Manis dan ngelotok inilah yang membuat si rapiah terkenal aci (baik sekali). Tetapi karena mamang-mamang penjual rambutan di Jabotabek menyebutnya acih, buah itu lalu terkenal sebagai rambutan acih. Lidah tetangganya di pasar menyebut terpeleset: aceh.

     Istilah aceh kemudian ditempelkan pada segala macam rambutan lain yang rasanya manis dan ngelotok. Atau dimanis-maniskan dan dikelotok-kelotokkan.



YANG ACEH BUKAN SI NYONYA - Deba Deri Group




Yang Aceh Bukan Sinyonya

Rambutan disebut rambutan karena buahnya berambut seperti kepala raksasa Wisanggeni dalam gambar. Di balik kulit berambut itu ada daging buah yang manis dan enak. Ia diekspor ke mancanegara berikut rambutnya juga.
     Buah Nephelium lappaceum tidak bisa diusut asal-usulnya, tapi bisa dijumpai tumbuh alamiah mulai dari Hainan di Cina Selatan, Thailand, Malaysia, Indonesia, sampai Filipina. Pohonnya bisa sampai 15 m tingginya, kalau berasal dari biji dan dibiarkan tumbuh liar di huma pinggir hutan. Kultivarnya yang berupa bibit cangkokan dan okulasi hanya bisa tumbuh setinggi 7 m kalau dipelihara baik-baik di pekarangan rumah. Biasanya hanya mau berbuah kalau dikebunkan di daerah “basah”.
     Daerah semacam itu selalu diguyur hujan sepanjang sembilan bulan. Hanya tiga bulan di akhir kemarau yang tidak ada hujannya. Kering kemarau ini justru diperlukan, untuk merangsang pohon agar berbunga.
     Kalau kemudian pas sesudah membentuk pentil (buah imut-imut) ada hujan yang mengguyur dengan melimpah, maka kita benar-benar mendapat rezeki. Menjelang Tahun Baru Imlek, misalnya. Kepercayaan bahwa banyak hujan pada Tahun Baru mesti banyak rezeki, memang agak benar. Setidak-tidaknya bagi para tengkulak, grosir, dan mamang-mamang penjual rambutan eceran. Begitu musim rambutan tiba, kontan mereka ngobjek buah rambutan. Mereka berhasil!
     Di pasar swalayan, harga rambutan binjai terpasang Rp 13.000/kg. Padahal apel impor dari Amrik yang digelar di sampingnya cuma Rp 9.000/kg. Tak mengherankan bahwa di samping orang yang berburu buah, juga ada yang ngebet mau menanam rambutan sendiri di kebun pekarangan.
     Sekarang sudah mudah bertanam rambutan, karena bibit unggul sudah banyak beredar di masyarakat, berupa cangkokan dan okulasi dari pohon yang berumah satu. Jadi ada bunga jantan dan bunga betina kumpul kebo di satu “rumah” (pohon). Pasti berbuah.
     Dengan memakai bibit asal okulasi, buah sudah bisa muncul pada umur pohon 2 – 4 tahun. Lebih cepat daripada bibit asal biji yang baru berbuah setelah umur 6 tahun. Dulu kita memang terpaksa memakai bibit asal biji karena teknik penangkaran dengan okulasi belum canggih seperti sekarang. Sifatnya lalu untung-untungan. Bisa memperoleh pohon berumah satu yang pasti berbuah, tapi bisa juga mendapat pohon jantan saja yang berumah dua. Ditunggu sampai kiamat ia tidak akan berbuah!